Saatnya Mendekati Finish? Inside the Ph.D Student’s Mind

DSC02068M. Adib Abdushomad, GJA

Apa sih sebetulnya yang ada dalam fikiran mahasiswa Ph.D? dari sekaian hal yang saya rasakan adalah hidup menjadi kurang nyaman karena dihantui tulisan tesis yang belum juga kelar sementara waktu terus bergerak. Tulisan ini adalah salah satu curuhan hati saya saat mengalami kendala dalam menghadapi tesis, menyemangati diri sendiri. Meksipun kalau dilihat dari capaian untuk submit thesis telah mundur dua bulan dari target bulan July 2013 menjadi September 2013, akan tetapi terlihat jelas bahwa untuk mencapai sesuatu menuju ke  arah pasti,  certainty, maka  harus ada keberanian untuk pasang target, kapan mau dicapai.  Berikut adalah saduran tulisan asli saat mengalami kegamangan menulis thesis sehabis liburan dari Port Augusta, Adelaide, SA awal tahun 2013, semoga bermanfaat.

Inside Ph.D Student’s Mind

Adib-ShomadM. Adib Abdushomad, GJA

When I was stuck writing about my thesis I was trying to do something else which nothing to do with my thesis. The inside of Ph.D mind’s story is a collection of my own feeling during my study which was actually happening to me for several times. I wrote mostly into Indonesian how I felt at that time as well as in English with the assistance of Flinders counselor when I faced such challenges.  This paragraph derived from my conversation with Lisa on how to deal my study progress. What should I do when I got stuck, Lisa? She said “stay sitting and talking about yourself such as;  “I will keep sitting may be not doing anything or I will sit here and try to do anything as I can, even though its only one sentence or paragraph”. The important thing is keep writing. You can not do something that you like (such as got to beach, open your fb, etc) unless you finished your writing schedule. I found that sometimes we need to treat our-self just like a kid with reward and punishment.  

Ketika ber-“Idul Fitri” di Negeri Kangguru

Adib GJAM. Adib Abdushomad, GJA

Apa yang dirasakan kaum Muslimin yang menikmati  lebaran di Indonesia tentu akan berbeda dengan mereka yang kebetulan sedang berada di luar negeri, entah karena tugas belajar, karena pekerjaan, atau bahkan sudah menjadi Permanent Residence (PR).  Tulisan singkat ini berusaha mengungkap suasana batin, terutama sang penulis terkait bagaimana perasaan dan pengalaman (lived experiences) yang dialaminya setelah beberapa kali berlebaran di Australia tepatnya di kota Adelaide.

Saatnya Mencari Inspirasi dan Belajar kepada Anak

Adib-Shomad M. Adib Abdushomad, GJA

Anak katanya bisa menjadi sumber inspirasi, memang ada benarnya. Tingkah lakunya kadang memberikan  pelajaran bagi orang tua. Salah satu yang unik seusia anak-anak seperti Muhammad Adaby Arsyad Ridha (Ari)  adalah kesukaannya mainan robot dan menonton film anak-anak. Kalau sudah main, maka dia akan bisa akan lupa waktu, begitupula lupa makan. Sekali lagi karena sangat suka (itu kata kuncinya), maka seharian Ari bisa betah dengan permainannya. Namun, sebaliknya ketika si Ari saya interupsi permainannya dan saya minta untuk membuka Juz ama’ alias mengaji, maka berbagai alasan dan jurus pun keluar. Mulai dari belum waktunya malam, belum jadwal ngaji, bahkan mendengarkan kata-kata ngaji saja, dia sudah menampakkan ekpresi wajah yang kurang bersahabat. Siang itu saya pakasakan dia untuk mengaji, saya hanya ingin melihat bagaimana reaksi ngajinya.