Meneropong Perkembangan Islam Dalam Dunia Global; AICIS ke-18 di IAIN Palu

Adib-ShomadAnnual International Conference on Islamic Studies (AICIS) kembali akan digelar setelah tahun sebelumnya dilaksanakan di Jakarta bersamaan dengan Pendis Expo tahun 2017. Tahun 2018 ini, kembali AICIS hadir dan kembali ke habitat-nya yaitu dilaksanakan di kampus PTKI, tepatnya di IAIN Palu yang telah lolos presentasi untuk menjadi tuan rumah AICIS pada tahun sebelumnya. Berikut ini merupakan TOR AICIS ke-18 di IAIN Palu yang berupaya menyoroti peran dan perkembangan Islam dalam kancah global.

 

Lebih dari puluhan tahun pula telah banyak sarjana Muslim memulai menerjemahkan teks-teks Islam yang berbahasa Arab ke dalam berbagai bahasa di daerah ini. Melalui proses transmisi, reproduksi, apropriasisasi dan kontekstualisasi, teks-teks tersebut membentuk pengetahuan keagamaan dan otoritas yang berperan sangat signifikan dalam proses instituisasi Islam ke dalam konteks-konteks lokal. Mode reproduksi pengetahuan pada masyarakat Muslim Asia Tenggara juga sangat komplek, evolving dan bervariasi dalam institusi dan prakteknya. Faktanya institusi-institusi keagamaan telah terbentuk, bersamaan dengan prolifirasi institusi-institusi sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan budaya. Di dalam institusi-institusi tersebut lah praktek-praktek dan kehidupan keseharian Muslim Asia Tenggara bergelut dengan pemahaman-pemahaman normatif Islam dalam berbagai cara.

Sebagai bagian dari seting sejarah dan budaya itu, konferensi ini mendalami ideal gagasan normatif yang dibangun dari seting-seting institusi produksi pengetahuan tersebut, khususnya yang berkaitan dengan tantangan-tantangan baru bagi Muslim di Asia Tenggara untuk menjadi modern pada sebuah lanskap yang bekembang atas globalisasi Asia Tenggara. Rasa keterikatan pada modernitas global dibangun melalui budaya populer yang pada giliranya dapat memberikan kemampuan bagi Muslim di Asia Tenggara untuk membangun diskursus subjektifitas reflektif baru dan membingkai aktivitas mereka. Untuk menangkap cara-cara yang kompleks di mana Islam dinegosiasikan dengan modernitas global, konferensi ini dimaksudkan untuk membandingkan antara transformasi lanskap keagamaan yang terjadi di Asia Tenggara dan di daerah lain dalam dunia Islam. Studi perbandingan yang lebih luas tentang praktek Islam di dunia global akan menyediakan pemahaman-pemahaman baru tentang kapasitas Muslim Asia Tenggara untuk menghadapi transformasi-transformasi utama yang lebih besar dan tantangan-tantangan kontemporer dalam melenium baru.

A.  Pembicara Kunci

  • Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI).
  • Professor Dominik Müller, Ph.D (Max Planck Institute for Social Anthropology, Jerman)

B.  Tema

Tema utama pada AICIS ke-18 tahun 2018 ini adalah “Islam dalam Dunia Global: Teks, Pengetahuan dan Praktek”

 C.  Sub Tema

AICIS adalah sebuah konferensi interdisipliner. Semua sub tema dapat dieksplorasi dari berbagai displin ilmu yang meliputi teologi, filsafat, sejarah, ilmu Al-Qur’an dan hadits, sosiologi, antropologi, pendidikan, filologi, hukum Islam, psikologi, ilmu eksak dan ilmu sosial dan lainya.  Panelis dapat mempresentasikan makalah interdisiplinernya. Ketua Panel (Chair) diharapkan dapat memastikan bahwa panelnya menggunakan pendekatan interdisipliner yang seimbang dan berkaitan dengan tema utama. Sub tema konferensi ini adalah sebagi berikut.

 

  1. Al-Quran, Hadits dan Interpretasi Kontemporer
  2. Pendidikan Islam, Budaya dan Produksi Pengetahuan
  3. Mobilitas Muslim, Migrasi dan Diaspora
  4. Penulis, Teks dan Kesarjanaan Islam
  5. Kesalehan, Islam Populer dan Media
  6. Agensi, Kekuasaan, Populisme dan Politik Lokal
  7. Ekonomi Islam, AEC dan Sustainable Development Goals
  8. Hubungan Antar-Agama dan Hubungan Minoritas
  9. Ilmu dan Teknologi dalam Universitas-Universitas Islam
  10. Seni Visual Islam, Asitekur dan Pertunjukan

 D.  Tujuan Kegiatan

Konferensi ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi para sarjana dan peminat kajian Islam untuk menyumbangkan gagasan dan menyampaikan hasil penelitian mereka yang terkini. Salah satunya adalah dengan membandingkan antara transformasi lanskap keagamaan yang terjadi di Asia Tenggara dan di daerah lain dalam dunia Islam. Studi perbandingan yang lebih luas tentang praktek Islam di dunia global akan mampu menyediakan pemahaman-pemahaman baru tentang kapasitas Muslim Asia Tenggara untuk menghadapi transformasi-transformasi utama yang lebih besar dan tantangan-tantangan kontemporer dalam melenium baru. Kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk mengekplorasi kajian-kajian Islam di Asia Tenggara dan di wilayah lain dalam dunia Islam untuk menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting dalam usaha meningkatkan kajian keIslaman yang berkontribusi bagi pembangunan dan khasanah keilmuan Islam dunia.

E.     Waktu dan Tempat Kegiatan

AICIS ke 18 ini akan dilaksanakan pada tanggal 17-20 September 2018 di Kampus IAIN Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia.

 

  1. F.    Narasumber Utama

Selain Pembicara Kunci yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa tokoh penting dalam kajian Islam dunia juga akan hadir di AICIS ke-18 tahun 2018 ini. Mereka antara lain adalah Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama Republik Indonesia), Prof. Dr. Dominic Muller (Max Planck Institute for Social Anthropology, Germany), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. (Direktur Jenderal Pendidikan Islam), Prof. Dr. M. Arskal Salim GP (Direktur Pendidkan Tinggi Keagamaan Islam), Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA., CBE. (UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Prof. Dr. Musda Mulia, M.A. (LIPI, Jakarta), Prof. Dr. M. Amin Abdullah (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Prof. Dr. Oman Faturahman, M.Hum. (UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Prof. Noorhaidi Hasan, M.A., M.Phil., Ph.D (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Prof. Dr. Mujiburrahman (UIN Antasari, Banjarmasin), Prof. Dr. Hans Christian Gunther (Albert Ludwig Universitat, Freiburg, Germany), Dr. Hew Wai Weng (University Kebangsaan Malaysia), Ken Miichi, Ph.D. (Waseda University, Japan), Dr. Inayah Rakhmani (University of Indonesia), Prof. Dr. Eka Sri Mulyani (UIN Ar Raniry Aceh), Prof. Dr. Sher Banu A. L. Khan (National University of Singapore), Dr. Syafiq Hasyim (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Visiting Fellow at RSIS-NTU Singapore), Mr. Richard Mathews (Australia Consul General in Makassar, Indonesia), Prof. Dr. Al Makin, M.A. (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Prof. Dr. Hakimolahi (Tehran University, Iran), Dr. Muhammad Ali Mirzani (Tehran University, Iran), Dr. Siti Fatimah (UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Dr. Zainal Abidin Bagir  (Director of CRCS – Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta), Prof. Dr. Amany Lubis, M.A. (UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Dr. Ahmed al-Senouni (Muwatta Islamic Reseacrh Center, Abu Dhabi, UEA), Dr. Eiman Khaleel (Zayed University, Abu Dhabi, UEA), Prof. Dr. Hamdan Juhannis (UIN Alauddin, Makassar), H. Habib Ali Aljufri (Ketua Umum PB Alkhairaat, Palu), Pdt. Dr. Martin Lukito Sinaga (STT Jakarta), Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd (IAIN Palu), Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A., Ph.D. (UIN Raden Fatah, Palembang), Dr. Siti Ruhaini Zuhayatin, MA (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta). Mereka semuanya masih dalam proses konfirmasi oleh Panitia.

G.    Desain Acara

Para Pembicara Kunci dan Narasumber Utama yang telah disebutkan akan menjadi Keynote Speaker dan talkshow. Disamping mengundang narasumber utama, Konferensi ini mengundang sejumlah pakar untuk presentasi sesuai dengan kompetensi dan subtema yang disebutkan dalam latar belakang. Para pakar yang akan hadir dari berbagai belahan dunia ini akan hadir setelah dilakukan seleksi, lalu dibagi dalam panel-panel. Konferinsi ini menyediakan tiga panel yang dilengkapi dengan syarat-syaratnya. Ketiga katagori panel tersebut adalah Undangan (invited panels), Terpilih (selected panels) dan Terbuka (open panels).

1.      Panel Undangan (invited panels) adalah panel dari para ahli atau ilmuwan yang diundang oleh Panitia AICIS Ke-18 ini. Syarat-syarat ketegori ini adalah:

  1. Satu orang Ketua (Chair) dari sebuah panel;
  2. Ketua harus menyiapkan panel dengan membawa bersama empat (4) panelis (mahasiswa pasca, dosen, peneliti dan atau profesional) yang berasal dari minimal tiga institusi yang berbeda (termasuk institusi asal Ketua), yang satu di antaranya berafiliasi pada sebuah lembaga akademik di luar negara Indonesia;
  3. Ketua mengirimkan sebuah proposal panel yang mencakup informasi berikut:

Ketua (nama depan, nama belakang, institusi); Panelis (nama depan, nama belakang, institusi); Sub-tema; judul panel; deskripsi panel (isu apa yang akan didiskusikan? Pertanyaan-pertanyaan yang akan menjadi isu utama panel? Bagaimana kajian interdisipliner akan berperan dalam panel? Apakah panel akan menghasilkan publikasi makalah dan bagaimana panel tersebut akan mempublikasikan makalahnya? maksimal 250 kata); Abstrak semua paper (masing-masing maksimal 150 kata); CV singkat dari Ketua dan panelis (msing-masing 100 kata);

  1. Panel boleh dalam Bahasa Inggris atau Arab;
  2. Proposal panel harus dikirim kepada Panitia sesuai tanggal yang ditetapkan;
  3. Makalah lengkap harus dikirim kepada Panitia melalui Ketua panel sesuai batas tanggal yang telah ditetapkan;
  4. Panitia mengalokasikan sejumlah panel Undangan  (invited panels) pada konferensi kali ini sesuai dengan kebutuhan;
  5. Panitia akan menanggung biaya Panel Undangan ini yang meliputi biaya transportasi ke tempat konferensi (transportasi dalam negeri Indonesia saja), akomodasi, dan konsumsi selama konferensi.

2.      Panel Terpilih (selected panels)adalah panel yang didasarkan atas seleksi yang kompetitif atas proposal panel yang dikirim kepada panitia. Syarat-syaratnya sebagai berikut:

  1. Satu orang Ketua (Chair) sebuah panel;
  2. Ketua harus menyiapkan panel dengan membawa bersama empat (4) panelis (mahasiswa pasca, dosen, peneliti dan atau profesional) yang berasal dari minimal tiga institusi yang berbeda (termasuk institusi asal Ketua), yang satu di antaranya disarankan berafiliasi pada sebuah lembaga akademik di luar Negara Indonesia;
  3. Ketua mengirimkan sebuah proposal panel yang mencakup informasi berikut:

Ketua (nama depan, nama belakang, institusi); Panelis (nama depan, nama belakang, institusi); Sub-tema; judul panel; deskripsi panel (isu apa yang akan didiskusikan? Pertanyaan-pertanyaan yang akan menjadi isu utama panel? Bagaimana kajian interdisipliner akan berperan dalam panel? Apakah panel akan menghasilkan publikasi makalah dan bagaimana panel tersebut akan mempublikasikan makalahnya? maksimal 250 kata); Abstrak semua paper (masing-masing maksimal 150 kata); CV singkat dari Ketua dan panelis (msing-masing 100 kata);

  1. Panel dalam Bahasa Indonesia, Inggris, atau Arab;
  2. Proposal panel harus dikirim kepada Panitia sesuai tanggal yang ditetapkan;
  3. Makalah lengkap harus dikirim kepada Panitia melalui Ketua panel sesuai batas tanggal yang telah ditetapkan;
  4. Panitia mengalokasikan sejumlah panel Undangan (selected panels) pada konferensi kali ini sesuai dengan kebutuhan;
  5. Panitia akan menanggung biaya Panel Undangan ini yang meliputi biaya transportasi ke tempat konferensi (transportasi Dalam Negeri Indonesia saja), akomodasi, dan konsumsi selama konferensi.

3.      Panel Terbuka adalah panel yang berisi makalah individual yang dikirim kepada panitia:

  1. Pelamar adalah para penulis individu yang belum memiliki panel sesuai dengan kriteria panel-panel yang telah disebutkan;
  2. Pelamar mengirimkan makalah hasil penelitian termasuk abstrak (maksimal 150 kata),yang sesuai dengan salah satu dari sub-tema konferensi;
  3. Makalah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun; ditulis dalam Bahasa Indonesia, Inggris, atau Arab;
  4. Panitia mengalokasikan sejumlah panel dalam kategori ini;
  5. Panitia akan menanggung biaya Panel Undangan ini yang meliputi biaya trasportasi ketempat konferensi (transportasi Dalam Negeri Indonesia saja), akomodasi, dan konsumsi selama konferensi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* 5+2=?