Pendaratan manusia di bulan; Mengungkap Mukjizat Nabi Muhammad dan Kebenaran Al-Qur’an

PENDARATAN MANUSIA DI BULAN: MENGUNGKAP MUKJIZAT NABI MUHAMMAD DAN KEBENARAN AL-QUR’AN

Oleh : Ali Said[*]

Tulisan ini mungkin sangat lama, karena saya ambilkan dari teman dan kolega saya mas Ali said yang berbicara perspektif Al-Qur’an dan Science di Acara pengajian MIIAS empat  tahunan yang lalu saat penulis sedang studi Ph.D di Flinders Uni. Dari dispilin ilmu yang dipelajarinya penulis semakin bertambah kuat keyakinan bahwa al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan tinggal manusia saja yang harus terus mau menggali. Perkembangan ilmu dan tehnologi sekarang ini justeru bagi penulis bertambah mempermudah dan membuka kebenaran-kebenaran apa yang ada di dalam al-Qur’an. Selamat membaca (maaf gambar tidak bisa ditampilkan).

Eksplorasi Bulan ditandai dengan slogan: “One small step for man; one giant leap for mankind“. Peristiwa bersejarah dalam penyelidikan ruang angkasa ini didokumentasikan oleh kamera dan setiap orang sejak itu dapat menyaksikan hal ini. Sebagian orang menganggap peristiwa pendaratan manusia di bulan sebagai sebuah “hoax” atau kebohongan. Bagi penulis, peristiwa tersebut diyakini kebenarannya. Tulisan ini mencoba mengkaitkan peristiwa pendaratan di bulan dengan mukjizat Nabi dan kebenaran Al-Qur’an khususnya QS 54:1 dari beberapa hal.

Tulisan ini penulis awali dengan penyampaian sebuah kisah tentang masuk Islamnya seorang bernama David Musa Pidcock yang sebelumnya beragama Katolik. Sebagai catatan, David Musa Pidcock  sekarang menjabat sebagai ketua “British Muslims Party”. Cerita masuk Islamnya David Pidcock menjadi bagian penting untuk meyakinkan bahwa pendaratan manusia di bulan bukan sesuatu “hoax”. Secara ringkas masuk Islamnya David Pidcock dapat dikisahkan sebagai berikut (banyak website yang mengangkat cerita masuk Islamnya David Pidcock yang dikaitkan dengan bulan telah terbelah). Ketika dia (sebelum masuk Islam) sedang meneliti agama-agama yang ada, seorang teman memberinya sebuah Al-Qur’an terjemahan dalam bahasa Inggris. Ketika dia buka dan kebetulan yang terbuka pertama kali adalah surat Al-Qamar dan membacanya “Hari Akhir sudah dekat dan bulan telah terbelah”. Membaca ayat ini, dia berguman “bulan telah terbelah?” Dia lalu berhenti membaca dan tidak membukanya lagi.

Kemudian pada suatu hari, sementara dia sedang menonton acara televisi BBC, penyiar sedang berbincang-bincang dengan tiga ilmuan Amerika Serikat, dan penyiar menyalahkan Amerika karena telah menghabiskan dana lebih dari milyaran dolar untuk proyek ruang angkasanya, sementara pada waktu yang sama jutaan manusia berada dalam kemiskinan. Ilmuan-ilmuan tersebut mencoba menjelaskan mengapa eksplorasi ruang angkasa begitu penting. Ilmuan tersebut menjelaskan bahwa perjalanan ke bulan menelan dana sekitar 100 milyar dolar. Penyiar berkomentar: “untuk menancapkan bendera Amerika di bulan anda menghabiskan uang sebanyak itu?”.  Ilmuan-ilmuan tersebut menyatakan bahwa uang sebanyak itu dihabiskan karena mereka mencoba mempelajari struktur batuan bulan untuk melihat kesamaan yang dimiliki bulan dengan bumi, dan kata mereka, mereka terkejut mendapati sebuah “belt of rocks” yang memanjang dari permukaan bulan menuju ke kedalaman (lihat Gambar yang berhasil diambil dalam misi Apolo  11 – misi pendaratan di bulan).

Karena sangat keterkejutaanya, mereka berikan informasi tersebut pada ahli geologi, yang juga terkejut, dan berkesimpulan bahwa hal ini tidak akan terjadi kalau bulan tidak pernah terbelah dan menyatu kembali. Batuan dalam sabuk (belt) tersebut adalah sebagai dampak yang terjadi pada saat dimana dua bagian bulan bersatu kembali. Melihat hal ini, David Musa Pidcock lompat dari duduknya dan berteriak “Ini adalah mukjizat Muhammad yang terjadi lebih dari 1400 tahun yang lalu, dan sekarang Amerika menghabiskan milyaran dolar untuk membuktikannya pada orang Islam”. Dia lalu berguman “Ini pasti sebuah agama yang benar”, dan surat Al-Qamar yang sebelumnya merupakan penyebab bagi dia tidak percaya pada Islam, sekarang surat tersebut sebagai alasan bagi dia memeluk Islam. Bagi sebagian orang yang meragukan (tidak percaya) terhadap peristiwa pendaratan manusia di bulan, mungkin bisa direnungkan pertanyaan penulis berikut: “Mungkinkan Allah memberikan hidayah pada seseorang  melalui sesuatu “hoax” (kebohongan)?”.

Dari satu sisi peristiwa pendaratan manusia di bulan telah memberikan bukti bahwa bulan pernah terbelah yang diyakini merupakan mukjizat Nabi Muhammad seperti yang disebutkan pada kitab Hadist. Di sisi lain peristiwa pendaratan manusia di bulan juga dapat dikaitkan erat dengan Al Qur’an surat Al-Qamar ayat 1 jika dilihat dari beberapa aspek yang terkait dengan fenomena yang terkait dengan peristiwa pendaratan tersebut. Berikut ini beberapa fenomena menarik yang mungkin dapat memberikan pencerahan kepada pembaca mengenai kebenaran peristiwa pendaratan di bulan yang terkait dengan QS Al-Qamar ayat 1 sebagai berikut:

1. Kata “terbelah” yang digunakan dalam ayat ini (QS 54:1) merupakan terjemahan dari kata “syaqqa”, yang dalam bahasa Arab memiliki beberapa arti, tetapi terjemahan “terbelah” lebih disukai. Kata “SYAQQA” dalam bahasa Arab juga bisa berarti “MENGGALI” atau “MEMBELAH dalam arti bukan membelah jadi dua). Salah satu contoh dalam Al-Qur’an bisa dilihat pada QS 80:25-29 (Surah Abasa) yang artinya: “Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”. Di sini jelas bahwa bumi tidak dibelah jadi dua. Istilah yang pas mungkin “gali tanah”. Ketika kata “syaqqa” diartikan sebagai “tergali”, maka ketika 21 kilogram berhasil dibawa astronot dari bulan menuju bumi dapat dikatakan bahwa bulan telah tergali (terbelah).

 

2. Peristiwa keberangkatan astronot Amerika dari bulan menuju ke bumi dengan membawa 21 kilogram batuan bulan tercatat pada pukul 17:54:1 (waktu untuk seluruh negara/universal time) atau pukul 1:54:1 EDT. Waktu menit dan detik ini tepat bersesuaian dengan QS 54:1 yang artinya “Hari Akhir sudah dekat dan Bulan telah terbelah”.

3.  Peristiwa pendaratan manusia di bulan, khususnya pada saat kepulangan astronot dari bulan menuju bumi yang terjadi pada tahun 1969 M (kalender Masehi) bertepatan dengan tahun 1389 H (kalender hijriyah). Jika kita hitung jumlah seluruh ayat Al Quran setelah  QS 54:1 (dari ayat 2 Surat Al-Qamar) sampai dengan ayat terakhir dalam Al-Quran akan ditemukan sebanyak 1389 ayat. Jadi secara tidak langsung Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia akan mendarat di bulan pada tahun 1389 H.

4. Banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia ini atau di alam semesta ini mengacu pada kode-19, termasuk Al-Qur’an sendiri juga didisain oleh Allah berdasarkan bilangan (kode) 19. Bilangan 19 ini merujuk pada keesaan Allah, karena 19 merupakan total nilai numerik dari kata “waahid” (pembaca yang tertarik dengan sistem numerik dan ingin mengetahui lebih jauh bisa kontak penulis melalui email alisaidma@yahoo.com).

Contoh beberapa kejadian di alam semesta yang mengacu pada bilangan 19:

  • Telah dibuktikan bahwa bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun
  • Komet Halley mengunjungi sistim tata surya kita sekali setiap 76 tahun (19×4).
  • Fakta bahwa tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19×11.
  • Langman’s medical embryology, oleh T. W. Sadler yang merupakan buku teks di sekolah kedokteran di Amerika Serikat diperoleh pernyataan “secara umum lamanya kehamilan penuh adalah 280 hari atau 40 minggu setelah haid terakhir, atau lebih tepatnya 266 hari atau 38 minggu setelah terjadinya pembuahan”. Angka 266 dan 38 kedua-duanya adalah kelipatan dari 19 atau 19×14 dan 19×2.

Bagaimana dengan peristiwa pendaratan manusia di bulan? Apakah peristiwa tersebut mengacu pada bilangan 19? Marilah kita simak bersama catatan-catatan atau data-data yang menyangkut peristiwa pendaratan tersebut.

Armstrong, orang pertama yang menapakkan kakinya di bulan pada saat itu berumur 38 tahun. 38 = 19 x 2

-  Apollo 11 masuk ke orbit bulan pada tanggal 19 Juli 1969

19+7+1969=1995=19 x 5

-  Lunar Module (bagian pendarat dari Apollo 11) menyentuh/mendarat di bulan tercatat pada jam: 4:18 p.m. EDT

418 = 19 x 22

- Astronot mendarat di bulan pada 20 Juli 1969. Penulisan tanggal menurut aturan Amerika adalah mm/dd/yyyy (bulan/tanggal/tahun). Jadi kalau tanggal tersebut dituliskan dalam sistem Amerika adalah 07/20/1969. Jika urutan bilangan tersebut dijadikan sebuah bilangan akan diperoleh 7201969. Angka ini merupakan kelipatan 19 (7201969 = 19 x 379051).

-  Peristiwa keberangkatan dari bulan menuju bumi terjadi pada 21 Juli 1969 atau 21/07/1969. Jika angka-angka tersebut dituliskan sebagai satu bilangan didapat 21071969, dan 21071969 = 19 x 1109051 (bilangan kelipatan 19).

-  Sekarang marilah kita tambahkan nomor Surah (54), nomor ayat (1), hari (21), bulan (07) dan tahun (1969), kita dapatkan:

54 + 1 + 21 + 7 +1969 = 2052 or 19 x 108 (merupakan bilangan kelipatan 19).

Jadi ketika kata “SYAQQA” diterjemahkan dengan “terbelah”, maka makna tersebut juga terpenuhi karena ada bukti yang diperoleh ilmuan Amerika dalam misi pendaratan di bulan tersebut yang menyimpulkan bahwa bulan pernah terbelah menjadi dua dan menyatu kembali, sementara jika kata “SYAQQA” diterjemahkan dengan “tergali”, maka peristiwa diambilnya 21 kg batuan bulan yang dibawa ke bumi juga secara langsung mencerminkan keajaiban Al-Qur’an itu sendiri berdasarkan catatan waktu terjadinya peristiwa tersebut yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan Allah.

Sebagai penutup, kiranya tulisan ini dapat menjadikan pembaca bertambah keimanannya. Peristiwa pendaratan di bulan merefleksikan kekuasaan dan keesaan Allah yang tercatat dalam Al-Qur’an dan sekaligus membuktikan bahwa peristiwa pendaratan di bulan yang terkait erat dengan Al-Qur’an bukanlah merupakan  sesuatu hal yang kebetulan.  Mengapa? Karena Allah telah menghitung segala sesuatunya secara detil. QS 72 ayat 28 menyatakan “dan Allah menghitung segala sesuatunya satu per satu (secara detil)” (QS 72:28). Ditambahkan pula bahwa seluruh rentetan kejadian yang menyangkut proyek Apollo karena atas izin Allah. QS 55:33 menyebutkan “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya tanpa otorisasi” (terjemahan dari beberapa Al Qur’an versi bahasa Inggris). Semoga kita dijauhkan dari apa yang disebutkan dalam QS Al-Qamar ayat 2-3 sebagai berikut: “Dan jika mereka melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus, dan mereka mendustakan dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya”.

Wallohu a’lam.

 

Referensi:

  1. Said, Ali. 2005, Al-Qur’an: Sebuah Keajaiban bersifat Matematis, tulisan tidak dipublikasikan.
  2. http://zaidimz.org/homebiz2u/photo.php?photoid=584
  3. http://www.harunyahya.com
  4. http://www.quranm.multicom.ba/science/6e-tefsir.htm
  5. http://www.usn2161.net/moonsplit.html
  6. http://www.islamicity.com

 

 



[*] Penulis Doktor Jurusan Geography, Population and Environmental Management, Flinders University.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* 4+0=?