Hukum Alam dan Dampak Negatif Inovasi Teknologi (Perspektif Integrasi Keilmuan)

Penulis: Ir. Sentot Eko Parijatno

Hukum adalah keseluruhan azas-azas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia (materi kuliah sp-608, ITB). Tujuan Hukum menurut LV Van Apeldoorn adalah mengatur pergaulan hidup secara damai. Jadi hukum menghendaki perdamaian dalam masyarakat. Berdasarkan definisi diatas maka arti dari Hukum Dalam Ilmu Pengetahuan Alam lebih kurang adalah keseluruhan azas-azas dan kaidah-kaidah yang mengatur alam semesta dan seisinya. Tujuannya untuk mengatur seluruh tata kehidupan di Alam Raya ini, agar terjadi kesetimbangan yang sesuai diantara komponen-komponen alam semesta, termasuk manusia. Lalu bagaimana menseimbangkan hukum alam terkait dengan akselerasi inovasi tekhnologi yang massiv belakangan ini. Paper yang disarikan oleh alumni Magister ITB ini berusaha menguak fenomena tersebut.Teknologi telah dimiliki manusia sejak zaman batu, pada saat manusia masih sangat sederhana dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Dalam perjalanannya Teknologi telah berkembang menjadi sangat pesat sejak revolusi pertanian tahun 8000 SM, revolusi industri  tahun 1500 dan revolusi informasi tahun 1955.

Perkembangan Teknologi tersebut membawa perubahan kepada budaya manusia. Tanpa disadari, setelah 10.000 tahun efek samping dari berbagai macam teknologi tersebut mulai dirasakan menganggu ketertiban umum. Sejak diketahui bahwa limbah buangan hasil teknologi tidak dapat diolah dengan sempurna dan tidak dapat dikembalikan kepada alam, akumulasi hasil buangan teknologi mengancam seluruh tatanan kehidupan Alam Semesta, tak terkecuali manusia. Masih relevankah Sistem Hukum yang berlaku saat ini ? , Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis mencoba menyusun pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dibawah ini :

1.   Apa yang dimaksud dengan Hukum-Hukum Alam ?

2.   Apa yang dimaksud Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial ?

3.   Apa pengaruh Ilmu Pengetahuan Alam terhadap perkembangan Teknologi ?

4.   Apa pengaruh Teknologi kepada Kebudayaan Manusia ?

5.   Apa pengaruh Kebudayaan kepada Hukum di dalam masyarakat ?

6.   Jika Efek samping Teknologi sebagai penyebab ketidakstabilan dalam tatanan kehidupan di masa yang akan datang,  lalu Apa yang segera harus dilakukan ?

7.   Jika Hukum harus dirubah/diperbaiki, Apa Azas yang paling tepat untuk pembentukannya ?

Bagian I : Alam, Teknologi dan Hukum

1. Apa yang dimaksud dengan Hukum-Hukum Alam ?

Matahari yang terbit disebelah Timur dan tenggelam di sebelah Barat merupakan pemandangan sehari-hari yang tidak pernah berubah. Semua benda yang dilemparkan keatas akan kembali ke bumi, di sebabkan oleh gaya gravitasi bumi. Manusia lahir, menjadi anak-anak, remaja, dewasa, tua dan mati.

Demikian pula tumbuh-tumbuhan, dan binatang. Air selalu mencari tempat yang lebih rendah, pada suhu melebihi dari titik didihnya akan menguap sebaliknya pada suhu titik bekunya akan membeku, semua reaksi kimia akan mengalami kesetimbangan, jika kesetimbangan diganggu, akan terjadi kesetimbangan baru. Ini semua sebagian dari keteraturan-keteraturan yang terjadi di Alam yang kita tinggali saat ini. Keteraturan-keteraturan ini biasa disebut Hukum Alam.

Ada dua golongan besar di dunia yang serius mempelajari tentang hukum-hukum alam. Pertama adalah Golongan Cendikiawan/Ilmuwan melalui pengamatan mata beserta alat bantunya, seperti teleskop untuk makrokosmos dan mikroskop untuk mikrokosmos. Kedua adalah Golongan Kaum Agama, terutama Agama Islam. Golongan ini mempelajari dengan pedoman yang telah tertulis di dalam kitab Suci Al-Qur’an dan pembuktiannya juga menggunakan berbagai macam alat bantu.

Hukum Alam menurut pandangan Kaum Ilmuwan

Hukum-hukum Alam yang terpenting antara lain adalah Hukum Gravitasi Bumi yang dibuktikan Galileo Galilei dengan percobaannya yang terkenal melemparkan batu dari menara Pisa. Komponen Gaya Gravitasi Bumi, akan selalu melekat pada seluruh perhitungan benda-benda statis dan dinamis di seluruh permukaan bumi. Benda-benda tersebut dapat berupa cair, padat dan gas. Komponen ini sangat berkaitan dengan massa yang dimiliki oleh suatu benda.

Hukum Peredaran benda-benda langit oleh Copernicus, bahwa Tatasurya beredar pada garis-garis yang teratur diatas langit. Hukum Aksi Reaksi I, II dan III oleh Sir Isac Newton, Hukum Kekekalan Energi, yaitu : Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan oleh Lavoisier, Hukum Relativitas Einstein dsb. Semua Hukum tersebut tidak pernah berubah. Keadaan ini membawa kepada sebuah pernyataan besar dari para ilmuwan di bidang ilmu alam, bahwa Alam memiliki keteraturan yang sangat luar biasa dan diluar kekuasaan manusia, seperti yang dikatakan oleh Enstein pada akhir hidupnya.

Sampai saat ini para ilmuwan terus berusaha untuk menemukan keteraturan keteraturan dalam alam semesta, terutama hal-hal mikro yang secara langsung dapat dirasakan manfaatnya. Salah satu contohnya adalah di dalam bidang Bioteknologi. Bioteknologi mempelajari keteraturan alam yang bersifat mikro. Dalam Bioteknologi, kita hanya dapat memberikan lingkungan yang tepat, tetapi semua proses berjalan secara alami dan sangat tergantung dari alam. Unsur-unsur mikro merupakan salah satu bidang yang terlupakan sejak ditemukannya keteraturan dalam makrokosmos.

Dengan berkembangnya riset dalam bidang mikrokosmos, diharapkan siklus kesetimbangan yang hilang dalam rantai makanan dapat membantu mengatasi problema pencemaran yang saat ini dihadapi di seluruh dunia.

Hukum Alam menurut pandangan Agama Islam

Pandangan Islam tentang segala permasalahan di dunia di dasarkan pada pertemuan pertama antara Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad di gua Hiro’ saat Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

 

1.   Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan,2.   Dia menciptakan manusia dari segumpal darah,

3.   Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah,

4.   Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam (Al-qur’an),

5.   Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Surat Al-Alaq 1-5

 

Pada ayat kelima tertera : “Dia (Tuhan) mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”, artinya : “Dia tidak mengajarkan kepada manusia apa yang telah/akan diketahuinya”.

 

Oleh sebab itu, Pertanyaan-pertanyaan besar di dalam dunia Ilmu Pengetahuan Alam, seperti : Bagaimana terjadinya jagad raya ?,

 

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit , dan langit saat itu masih berupa asap, lalu dia berkata kepadanya dan juga kepada bumi. Datanglah kamu berdua menurut perintahku dengan taat dan rela hati atau terpaksa. Keduanya menjawab : Kami datang dengan taat.

Surat Fushilat 11

 

Bagaimana posisi sebenarnya ?,

 

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya

Surat Yaa Siin 40


Siapa yang mengatur siklus hidrologi yang sangat terkenal itu ?

 

Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu mengerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNYA, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu melihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNYA yang dikehendakiNYA tiba-tiba mereka menjadi gembira

Surat Ar-Ruum 48

 

dan akhirnya Siapa yang menciptakan jagad raya tersebut ?.

 

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya

Surat As-Sajdah 4

 

Al-Qur’an menjawab dengan tegas dan jelas tentang semua pertanyaan besar dalam ilmu pengetahuan alam dasar. Tetapi hal-hal yang membutuhkan pemikiran/akal untuk mendapatkannya, Allah berfirman secara terselubung.

 

 

2. Apa yang dimaksud Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial ?

 

Semua kesan dan pesan yang diterima oleh manusia tanpa mengetahui unsur-unsur dan struktur yang menimbulkan gejala yang bersangkutan disebut ilmu pengetahuan awam (Saswinadi Sasmojo), tetapi bila pengetahuan tadi disertai dengan pengetahuan tentang hubungan kausalitasnya maka dapat disebut Ilmu Pengetahuan Ilmiah.

Ilmu Pengetahuan secara garis besar terbagi dalam dua bagian yaitu : Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu Pengetahuan Alam mempelajari segala gejala yang berkaitan dengan fenomena Alam di luar manusia dan Ilmu Pengetahuan Sosial mempelajari segala gejala yang berkaitan dengan fenomena manusia, hubungan antar manusia, baik antara individu maupun kelompok.

Ilmu Pengetahuan Alam lebih mudah dipelajari, karena sifat keteraturannya. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial lebih sulit bahkan menuju sifat kompleks. Hal ini disebabkan oleh sifat-sifat dan tingkah laku yang unik dari manusia. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan dampak dari Ilmu Pengetahuan Alam.

Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial sangat berguna untuk berteknologi, karena persyaratan pokok dalam berteknologi adalah mengetahui semua unsur dan struktur yang membentuk sebuah gejala, untuk selanjutnya dirubah sesuai yang dikehendaki.

Semua orang dewasa pasti paham tentang berbagai fenomena alam yang umum terjadi, seperti : Jika langit mendung, pertanda hari akan hujan, Jika sebuah benda dilempar keatas pasti akan jatuh ke bawah, Air selalu mencari tempat yang lebih rendah dsb. Tetapi tidak semua orang dapat menjelaskan unsur-unsur dan struktur serta gejala yang terjadi secara tepat.

Perbedaan antara orang yang tidak mampu menjelaskan dan orang yang mampu menjelaskan inilah yang menyebabkan terjadi perbedaan derajat dalam kehidupan. Yang mampu biasanya disebut orang berilmu pengetahuan dan yang tidak mampu biasa disebut berpengetahuan awam, seperti yang dinyatakan oleh Saswinadi Sasmojo.

Pengetahuan Alam yang berkembang di dunia sampai abad ke XX ini di dominasi oleh bidang-bidang Makrokosmos, seperti Ilmu Pengetahuan menyangkut Ruang Angkasa yang telah mengahasilkan Teknologi Komunikasi dan Transport yang canggih. Tetapi bidang Mikrokosmos baru saja dimulai pertengahan abad ini yaitu : Bioteknologi. Pengetahuan di bidang ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi saat ini akibat putusnya siklus rantai makanan. Limbah buangan industri adalah “Pekerjaan Rumah” yang sangat mengerikan akibat kurangnya pengetahuan manusia di bidang ini.

Jadi Ilmu Pengetahuan Alam memiliki dua sisi yang saling berkait yaitu : Makrokosmos dan Mikrokosmos. Bidang Makrokosmos berkembang pesat disebabkan oleh sifat manusia yang materialistis, dimana penemuan bidang makrokosmos selama ini mampu menambah Income manusia secara langsung. Bidang Mikrokosmos selain belum disadari, juga masih merupakan misteri, karena menyangkut masalah zat hidup. Makrokosmos berkaitan dengan benda mati dan mikrokosmos berkaitan dengan benda-benda mikro yang hidup.

 

3. Apa pengaruh Ilmu Pengetahuan Alam terhadap perkembangan Teknologi ?

Sebelum menjelaskan tentang pengaruh Ilmu Pengetahuan Alam terhadap perkembangan Teknologi, Alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita mengetahui sistem Input-Output pada Manusia sebagai Penghasil Teknologi. Manusia tidak dapat menciptakan sesuatu tanpa Input, oleh sebab itu semua manusia adalah : Pen-Contoh Alam No.1, Kemahiran Men-Contoh inilah yang mendapat penghargaan dalam dunia Ilmu Pengetahuan Alam. Merupakan sebuah kesombongan besar jika ada manusia yang berkata : “ Aku yang menciptakan “.Ilmuwan Besar Abad Ini, Einstein, pada akhir hidupnya berkata : “ Semua ini ada yang mengatur, dan yang mengatur itu adalah sesuatu Yang Maha Besar “.

 

Sistem Input-Output pada Manusia

Mata dan Telinga adalah peralatan input yang dimiliki seorang manusia. Semua informasi tentang kejadian disekitarnya akan diterima pertama kali oleh indera tersebut. Penemuan Teknologi mutakhir bidang Telekomunikasi yang terus melakukan penyempurnaannya bertujuan untuk membantu fungsi mata dan telinga dalam menangkap informasi lebih cepat dan lebih jelas. Demikian pula penemuan dalam bidang Transportasi yang sangat membantu mendekatkan dua tempat dalam efisiensi waktu.

Mata hanya membawa gambar yang dilihatnya, dengan kesalahan penglihatan yang sangat kecil sekali, yang terpenting adalah informasi yang dapat ditangkap secara visual tersebut dapat diolah dalam otak. Demikian pula Telinga merupakan komponen peralatan yang menagkap gelombang pada range tertentu, yang terpenting adalah Audio yang diterima dapat diterjemahkan oleh otak berdasarkan input yang telah diterima sebelumnya.

Kesan dan Pesan yang diterima selanjutnya diolah oleh otak (akal) menjadi sebuah Ilmu pengetahuan yang terdiri dari penjelasan-penjelasan unsur-unsur yang membentuk struktur tertentu untuk disimpan didalam hati atau di dalam otak. Jika manusia menghendaki tindakan dari respon yang diterima, otak akan selalu membandingkan antara respon yang diterima dengan ilmu pengetahuan yang telah tersimpan di dalam hati sebelumnya. Setelah terjadi kesepakatan dengan hati, otak akan memerintahkan syaraf-syaraf motorik dengan segala perlengkapannya untuk menghasilkan sebuah output. Output yang dihasilkan biasanya berupa kata-kata atau gerakan, yang bentuknya juga sebuah informasi.

Otak memegang peranan terpenting dari keseluruhan proses, Otak merupakan bagian depan dari sistem syaraf pusat yang mengendalikan seluruh aktifitas manusia. Menurut JG Chusid, bagian dari otak yang disebut Lobus Frontalis, pada bagian anteriornya sampai daerah motorik presentalis, telah diketahui sejak lama sebagai daerah yang berhubungan dengan fungsi-fungsi intelektual dan psikis. Daerah-daerah asosiasi ini dihubungkan dengan pelbagai daerah sensorik dan motorik oleh serabut-serabut syaraf asosiasi yang sangat penting dalam mempertahankan aktivitas mental yang lebih tinggi. Pada daerah ini syaraf-syaraf lanjutan dari mata dan telinga yang menangkap kesan berubah menjadi output yang diinginkan.

Mata dan Telinga merupakan alat input yang bertugas menangkap kesan dan pesan. Kesan dan pesan tersebut diolah oleh akal di dalam otak menjadi ilmu pengetahuan yang tersimpan dengan baik sebagai memori di dalam hati, ada juga yang tersimpan sementara di dalam otak.

Dalam berteknologi manusia membutuhkan pengetahuan tentang unsur-unsur pembentuk struktur yang menimbulkan gejala. Dari gejala tersebut dapat dipelajari melalui model-model alam maupun laboratorium untuk disimulasikan dengan gangguan. Gejala baru yang ditimbulkan akibat adanya ganguan, secara berulang-ulang diteliti untuk diketahui sampai seberapa jauh gangguan tersebut merubah struktur dari unsur yang sama. Tidak menutup kemungkinan digunakan unsur-unsur baru untuk menghasilkan struktur yang sama.

Teknologi yang telah ditemukan selanjutnya menjadi Ilmu Pengetahuan. Dan Ilmu Pengetahuan ini menjadi dasar dari Teknologi selanjutnya, demikian seterusnya berlangsung selama kurang lebih sepuluh ribu tahun yang lalu.

Teknologi telah dimiliki manusia sejak pertama kali manusia ada. Rekaman yang pertama di mulai pada saat zaman batu, pada saat manusia masih sangat sederhana dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Dalam perjalanannya Teknologi telah berkembang menjadi sangat pesat sejak revolusi pertanian tahun 8000 SM, revolusi industri  tahun 1500 dan revolusi informasi tahun 1955.

Keteraturan-keteraturan yang terdapat di alam sangat membantu manusia dalam memanfaatkan Alam untuk kelangsungan hidupnya. Zat terpenting di dalam kelangsungan kehidupan adalah air. Semua bentuk kehidupan sangat tergantung pada air. Pada saat revolusi pertanian, teknologi pengelolaan air memegang peranan penting dalam distribusi nutrisi bagi tanaman.

Teknologi Pengelolaan Air membawa akibat terhadap Teknologi Penampungan Air yang biasa disebut Bendungan. Dari Bendungan Keluarlah Berbagai macam Teknologi antara lain, Perikanan Darat, Listrik dsb. Semua itu diusahakan oleh Manusia dengan prinsip “Bagaimana menahan Air lebih banyak di Bumi”, sebagai akibat diketahuinya tentang siklus Hidrologi yang sangat alami. Teknologi diatas baru terbatas pada pemanfaatan air dalam bentuk materi.

Penemuan sifat-sifat air membawa perubahan yang sangat spektakuler dalam Teknologi. Sejak James Watt mengamati ibunya yang sedang menjerang air, dan uap itu menggerakkan tutup panci, terciptalah Mesin Uap. Penemuan Api yang dapat memanaskan air berlanjut menjadi menghasilkan tekanan, tekanan menghasilkan gerak. Gabungan dari beberapa hukum alam tersebut menghasilkan mesin uap. Setelah itu penggunaan batu bara meningkat, digantikan oleh minyak bumi dan akhirnya tenaga atom sebagai bahan baku penghasil energi. Kapal selam Nuklir, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dsb. yang serba nuklir adalah hasil-hasil Teknologi yang diciptakan manusia.

Air dalam bentuk gas, ternyata mampu merubah budaya pertanian menjadi revolusi Industri. Mesin-mesin dengan energi Uap berkembang menjadi mesin-mesin dengan energi minyak bumi dan akhirnya menjadi reaktor-reaktor Nuklir. Apakah air ditinggalkan ?, Tidak !, Airlah yang menjadi sistem pendingin dalam dua sistem tersebut dan tidak dapat digantikan oleh zat apapun sampai saat ini.

Para Ahli Kimia menyatakan : “Air diketahui memiliki sifat yang sangat stabil dan sangat mudah bereaksi dengan zat apa saja”. Sangat jarang sebuah reaksi kimia tanpa kehadiran air sebagai pelarut. Air banyak digunakan untuk segala kepentingan kehidupan dalam metabolisme, dalam bentuk gas (uap) berbagai tenaga gerak telah menggunakan uapnya untuk energi. Dan entah berapa teknologi yang bersandar pada hukum teknologi air.

Api telah banyak diketahui kegunaanya. Teknologi Api bersama air telah menciptakan jutaan teknologi baru. Teknologi Api tidak pernah terlepas dari Gas O2 yang banyak disediakan oleh Alam melalui respirasi tumbuh-tumbuhan dalam bentuk Udara. Kita sampai sekarang masih belum mampu memecahkan misteri api. Kita hanya mengetahui Api merupakan hasil gesekan antara “loncatan Api dan Oksigen menghasilkan pembakaran”, tetapi darimana asal loncatan api, sampai saat ini manusia hanya mempercayai bahwa itu terjadi tanpa mampu menjelaskan fenomenanya.

Api banyak menimbulkan malapetaka, akhirnya manusia mencoba mencari apa yang dapat memadamkan api. Langkah pertama, disiram air, kurang berhasil, bahkan pada saat pertama disiram air, api membesar sesaat. Sesaat itu dapat mengakibatkan kebakaran yang lebih besar, jika air tidak sebanding. Akhirnya CO2 mampu menjawab tantangan Api. Berapa banyak teknologi yang tergantung pada api. Berbagai Mesin sederhana sampai kepada mesin jet tempur yang canggih semua tergenatung pada api.

Teknologi Suara telah mengalami perubahan yang sangat menakjubkan. Suara merambat melalui gelombang, dan pada saat tertentu gelombang melemah dan suaranya hilang. Bagaimana agar gelombang suara dapat dipertahankan. Setelah diketahui bahwa gelombang dapat dirambatkan melalui kabel, ditemukanlah telepon. Setelah diketahui bahwa radio juga berprinsip sama ditemukanlah telepon dengan gelombang radio dan akhirnya satelit. Teknologi komunikasi mempercepat informasi. memendekkan ruang sehingga menghemat waktu.

Teknologi Informasi membawa percepatan pada teknologi lainnya. Hasilnya banyak negara merdeka di dunia, menjadi makmur secara ekonomi, dan menjadi maju secara teknologi. Dunia menjadi dekat dan tidak ada rahasia di dunia ini antara satu dengan yang lain. Kuncinya adalah penguasaan berbagai range frekuensi pada gelombang elektromagnit.

Teknologi yang berlangsung selama 8000 SM telah menunjukkan hasil-hasil yang positif, pertanian menjadi maju dan kemakmuran di berbagai peradaban terlihat hasilnya. Bagaimana dengan periode Revolusi Industri dan Informasi. Ada tiga kategori Dampak yang telah dirasakan yaitu : Pencemaran Air, Pencemaran Udara dan Pencemaran Tanah. Bagaimana kita bisa hidup dengan pencemaran disekeliling kita. Pencemaran diatas ditambah dengan Pemcemaran Baru yang belum dipopulerkan yaitu Pencemaran Radioaktif yang menyerang dengan sistem gelombang kedalam sistem kehidupan alami yang secara langsung mempengaruhi kerja-kerja DNA dan RNA pada mahluk hidup, yang akhirnya terjadi kesalahan informasi genetik yang mengerikan.

Pencemaran air akan mengakibatkan perubahan unsur air murni menjadi unsur air yang tidak dapat dipergunakan lagi sebagai proses metabolisme. Peristiwa ini artinya kiamat buat seluruh mahluk hidup, termasuk manusia dengan segala aktifitasnya yang tergantung dengan air. Pencemaran Udara akan mengakibatkan perubahan susunan zat-zat kimia udara yang pada akhirnya merusak lapisan demi lapisan di atmosfir, sebagai pelindung kehidupan di bumi. Keadaan ini juga mengakibatkan kiamat bagi seluruh kehidupan di bumi. Pencemaran Radioaktif adalah Pencemaran yang sangat berbahaya, perubahan frekuensi mampu merubah sruktur berbagai ikatan kimia, baik gas, cair maupun padat. Bagaimana rasanya jika struktur kimia air tak sesuai dengan kehidupan kita, Bagaimana rasanya jika udara yang kita hirup susunannya berstruktur racun. Kiamat itu jawaban yang pasti terjadi. Inilah Dampak yang tidak diperhitungkan selama 10.000 tahun yang lalu.


4. Apa pengaruh Teknologi kepada Kebudayaan Manusia ?

Semua Prinsip-prinsip Teknologi yang tercipta tidak satupun yang bertentangan dengan Hukum Alam. Hasil Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sehingga mencapai kesejahteraan yang diinginkan. Dalam berteknologi telah menjadi kesepakatan di dalam para insinyur, bahwa dalam perancangannya selalu didasarkan pada Hukum-Hukum Alam yang berlaku. Formula-formula baru yang muncul merupakan turunan dari hukum-hukum alam tersebut pada kondisi dan situasi yang sangat partial, artinya pada situasi dan kondisi yang sangat sempit dan terkendali, dengan kata lain sangat bersifat sektoral.

Kemajuan Teknologi telah membantu meringankan kerja-kerja pokok yang dilakukannya. Penemuan alat potong padi yang efektif efisien memacu petani menanam lebih banyak, sehingga menambah kemakmuran. Penemuan mesin-mesin menggantikan kerja manusia yang mempunyai berbagai sifat malas, sakit dan berontak menjadi lebih cepat, tepat, terus menerus dan tidak pernah berontak. Penemuan mesin-mesin tersebut, terutama tekstil telah merubah cara berpakaian. Mesin-mesin pertanian merubah makanan pokok umbi-umbian menjadi beras. Penemuan mesin-mesin mobil merubah penggunaan kuda sebagai alat transport lokal, dan akhirnya kapal laut dan pesawat sebagai transport terpenting antar benua saat ini.

 

Teknologi merubah bentuk-bentuk budaya kekuasaan. Sistem Pertanian yang dikuasai oleh Kaum Bangsawan dan Tuan Tanah bergeser kepada Sistem Hubungan Industrial yang dikuasai oleh Kaum Industrialis pada saat revolusi industri. Kemudian dalam Era Sistem Informasi saat ini telah menggeser kaum Industrialis menjadi bagian kedua dari kaum Teknolog yang menguasai berbagai sumber informasi dalam penciptaan teknologi baru, terutama dalam hal proses produksi.

Dalam Hubungan antara manusia terjadi pergeseran dari sifat kebersamaan dalam masa pertanian yang dipimpin oleh raja/tuan tanah, menjadi Buruh dan majikan pada masa industrialisasi dan menjadi Individu-individu yang mandiri pada abad informasi saat ini. Sifat individualis ini sangat memungkinkan disebabkan oleh canggihnya jaringan sistem informasi sehingga pertemuan-pertemuan yang sifatnya mencari inovasi baru dalam bidang teknologi merupakan sebuah kerugian bagi seorang Teknolog. Hak patent hanya dibicarakan pada saat minta hak paten, bukan harus didiskusikan terlebih dahulu.

Begitu besarnya pengaruh teknologi kepada kebudayaan, seolah-olah tanpa teknologi manusia akan ketinggalan jaman. Hal ini mudah disadari jika kita mengingat arti dari teknologi yang menekankan pengetahuan tentang cara merubah sebuah gejala menjadi gejala lain yang diingikan. Artinya Teknologi Tidak Hanya berlaku untuk Hukum Alam, tetapi dapat diterapkan pula untuk Bidang-Bidang Sosial.

Bahkan untuk memasyarakatkan Pola berfikir Teknologis, merupakan masalah sosial. Bagaimana merubah Pola berfikir seseorang, sehingga orang tersebut mampu mengerti dengan gejala yang sedang dialaminya. Dan pada akhirnya berdampak pada perubahan budaya masyarakatnya.

 

5. Apa pengaruh Kebudayaan kepada Hukum di dalam masyarakat ?

Telah dijelaskan sebelumnya Bagaimana Hukum alam mempengaruhi penciptaan Teknologi oleh Manusia. Kemudian telah dijelaskan Sampai seberapa jauh Teknologi mampu merubah kebudayaan pemakai teknologi. Dan sekarang waktunya kita membahas apa pengaruh kebudayaan kepada hukum di dalam masyarakat ?

Menurut Soebagio dan Slamet Supriatna : Hukum merupakan manifestasi daripada filsafat hidup, tata nilai, rasa susila, rasa kesopanan dari masyarakat di mana hukum-hukum itu berlaku. Dengan kata lain hukum itu merupakan cermin budaya masyarakat, oleh karena itu hukum selain mempunyai sifat universal, ia juga mempunyai sifat nasional yang berbeda dari negara atau masyarakat yang satu dengan negara atau masyarakat yang lain, karena perbedaan filosofi, politik dan sistem sosialnya. Adanya hubungan timbal balik antara hukum dan masyarakat berarti pertumbuhan hukum dipengaruhi oleh kenyataan-kenyataan masyarakat yaitu : Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Ideologi dan Pertahanan Keamanan.

Menurut MT Zein, Teknologi telah mengalami tiga masa revolusi yang membawa dampak perubahan budaya dalam kehidupan di dunia. Pertama masa Revolusi Pertanian yang dimulai sejak tahun 8000 SM, dimana tiga komponen tenaga : manusia, hewan dan alam, bekerja sama menghasilkan budaya Pertanian. Kedua Revolusi Industri pada tahun 1650 M sampai tahun 1750 M dengan ditemukannya mesin-mesin produksi hasil teknologi mesin uap yang menghasilkan gerak dengan sumber energi baru berupa batubara dan minyak. Ketiga Revolusi Cybernetics tahun 1955 M sampai tahun 1965 M yang ditandai dengan penemuan bidang elektronika, Bioteknologi dan Informatika.

Menurut MT Zein Ketiga revolusi tersebut telah merubah beberapa komponen dalam kehidupan antara lain : Sistem Perundang-undangan, sistem Pendidikan, kehidupan politik, sistem komunikasi, sistem Perdagangan, sistem Pertahanan dan Keamanan.

Kebudayaan selalu berpusat pada penguasa saat itu, sehingga Hukum yang diberlakukan selalu berkiblat pada penguasa. Pada jaman Pertanian Hukum yang diberlakukan memberikan hak-hak istimewa kepada para raja-raja. Pada jaman Industri mulailah terjadi pergolakan. Hukum berpihak pada semua orang, tetapi ada juga hak-hak istimewa yang dapat diperoleh, terutama jika dia dari golongan industrialis. Pada era Informasi Hukum telah mengalami berbagai modifikasi, yang intinya hukum tidak berpihak kepada siapapun, tetapi hukum mengikuti azas-azas dan norma-norma yang berlaku.

Kebudayaan terakhir saat ini adalah “Kebudayaan Global”, Hukum-hukum yang berlaku secara lokal terpaksa harus menyesuaikan diri dengan budaya global tersebut. Budaya tersebut meliputi seluruh kegiatan Teknologi, Ekonomi, Sosial dan Sistem Pertahanan. Hukum hukum harus berlaku di seluruh Dunia.

Perkembangan tersebut membawa perubahan kepada budaya manusia. Tanpa disadari (setelah 10.000 tahun) efek samping dari berbagai macam teknologi tersebut mulai dirasakan menganggu ketertiban umum. Sejak diketahui bahwa limbah buangan hasil teknologi tidak dapat diolah dengan sempurna dan tidak dapat dikembalikan kepada alam, akumulasi hasil buangan teknologi mengamcam seluruh tatanan kehidupan Alam Semesta.

Kita telah lengah dengan kemajuan teknologi dan kebudayaan yang dicapai. Hukum kita hanya mengatur tentang keselarasan hidup antara manusia dengan manusia. Kita lupa bahwa yang hidup di dunia bukan hanya manusia. Manusia hanya salah satu dari ribuan bahkan jutaan kehidupan yang merupakan suatu sistem yang terintegrasi. Gangguan pada salah satu komunitas akan merusak rantai kehidupan dan pada akhirnya merusak seluruh tatanan tanpa terkecuali salah satu komponennya yaitu : manusia.

Teknologi yang ditemukan pada saat revolusi industri banyak yang merugikan kehidupan dimasa berikutnya, terutama pencemaran yang ditimbulkan dari penggunaan energi batu bara dan minyak bumi. Pencemaran tersebut mengakibatkan efek rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global.

Revolusi tersebut menghasilkan dampak lingkungan yang terakumulasi sejak jaman ditemukannya teknologi yang bersangkutan. Efek Rumah Kaca yang menimbulkan pemanasan Global baru dirasakan pada tahun 1972. Disini terbukti bahwa teknologi bersifat egois, artinya tidak melihat dampak yang akan terjadi di kemudian hari. Saat ini proses-proses produksi diawasi sangat ketat dengan diberlakukannya Ekolabeling System. Mungkinkah ini diterapkan, sementara banyak negara berkembang yang ingin mengejar ketinggalan dalam hal materi dengan jalan relokasi pabrik-pabrik di negara maju dengan teknologi yang tidak bersih lingkungan.

Sepintas lalu Teknologi membantu tugas-tugas manusia, tetapi bila kita perhatikan secara jeli, banyak output samping dari teknologi yang tidak sesuai dengan Hukum Alam. Gerak  pada mesin pabrik, mobil, kapal laut, kapal udara, Listrik dsb. memang sangat sesuai dengan Hukum Alamnya, tetapi dampak yang dihasilkannya sangat tidak sesuai dengan Hukum Alamnya. Pemanasan Global serta pencemaran yang makin meningkat merupakan sebuah fenomena yang tidak dapat dihindari. Teknologi yang melawan Hukum Alam akan merugikan manusia secara keseluruhan. Bukankah saat ini manusia ingin kembali seperti sediakala. Hal ini karena Hukum Alam telah menghukum secara otomatis akibat tindakan yang salah dari manusia.

Hukum Alam begitu dekat dengan teknologi, sedangkan teknologi adalah salah satu output manusia. Sistem input-output manusia sangat membantu menjelaskan fenomena yang terjadi, baik yang telah lalu, sedang atau yang akan terjadi. Berbagai macam output membentuk kebudayaan yang khas di tiap-tiap tempat sehingga terjadi berbagai macam kebudayaan yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia.

Teknologi berperan dalam perubahan budaya manusia. Perubahan budaya tersebut secara tidak langsung dan dalam kurun waktu yang lama merubah norma-norma yang telah disepakati sebelumnya. Norma merupakan jiwa dari hukum, oleh sebab itu perubahan norma akan mengakibatkan perubahan hukum.

 

Bagian II : Hukum dan Azas yang membentuknya

6. Jika Efek samping Teknologi sebagai penyebab ketidakstabilan dalam tatanan kehidupan di masa yang akan datang, Apa yang harus dilakukan ?

 

Berdasarkan Sejarah yang telah dilalui, Hukum telah mengalami penyempurnaan berkali-kali disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku saat itu. Telah terbukti dalam sejarah hukum setiap negara mengalami perubahan-perubahan untuk memfungsikan hukum sebagai pengarah gerak masyarakat di dalam kehendak untuk mencapai tujuan.

Hukum selalu memiliki azas dalam pembentukannya, melihat azas yang dipakai saat ini, yang lebih terkonsntrasi kepada azas hubungan antar manusia, sedangkan di masa yang akan datang manusia merupakan satu komponen kecil dalam kehidupan jagat raya ini, terlintas dalam pikiran saya bahwa hukum yang berlaku saat ini perlu ditinjau kembali. Terutama hukum yang menyangkut masalah teknologi. Jangan hanya hasil ciptaannya saja yang ditonjolkan dalam hukum property rigth, tetapi hukum mengenai dampak yang dihasilkannya oleh teknologi tersebut harus juga diperhatikan.

 

7. Jika Hukum harus dirubah/diperbaiki, Apa Azas yang paling tepat untuk pembentukannya ?

 

Hukum adalah keseluruhan azas-azas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia (materi kuliah sp-608). Tujuan Hukum menurut LV Van Apeldoorn adalah mengatur pergaulan hidup secara damai. Jadi hukum menghendaki perdamaian dalam masyarakat.

Telah terbukti bahwa Pencemaran telah mengakibatkan keresahan diseluruh Dunia. Negara Industri maju telah terbukti tidak mau mengganti pencemaran akibat teknologi yang digunakan sebelumnya. Negara Dunia Ketiga tidak mau menghiraukan keadaan ini, karena merasa belum makmur dan merasa ditipu oleh negara maju, yang saat ini banyak menawarkan relokasi industrinya.

 

Sebelum membahas azas apa yang paling tepat untuk menyusun hukum di masa yang akan datang, kita perlu mengetahui tahapan perkembangan manusia yang memiliki fenomena khas. Setiap tahap menunjukkan respon terhadap lingkungannya sehingga kita dapat mengetahui pada tahapan mana teknologi paling mudah menjadi norma.

 

Perkembangan Manusia

Beberapa pakar psikologi antara lain Elizabeth B. Hurlock : membagi perkembangan manusia menjadi tiga tahapan yaitu :

 

1

Masa anak-anak:

  • Pranatal  : saat pembuahan sampai lahir
  • Infancy : lahir sampai akhir minggu kedua
  • Babyhood : akhir minggu kedua sampai 2 tahun
  • Masa anak-anak awal : 2 – 6 tahun
  • Masa anak-anak akhir : 6 – 12 tahun

2

Masa Remaja:

  • Pra pubertas : 12 – 14 tahun
  • Remaja : 14 – 18 tahun

3

Masa Dewasa:

  • Masa Dewasa Awal : 18 – 40 tahun
  • Masa Dewasa Madia : 40 – 60 tahun
  • Masa Dewasa Akhir : 60 – sampai meninggal dunia

 

Tiap-tiap tahapan memiliki ciri-ciri sendiri dalam mengangkap kesan dan pesan yang diterimanya. Pada masa pranatal belum ada input yang masuk, kecuali dalam bentuk rangsangan rangsangan. Kematangan embrio sangat dipengaruhi oleh input yang diterima oleh ibu yang mengandungnya.

 

Pada masa Infancy merupakan waktu yang sangat singkat, tetapi sangat mempengaruhi periode selanjutnya. Pada masa ini bayi sudah dapat mendengar sejak cairan yang keluar dari lubang telinga telah bersih, meskipun responnya sangat lambat. Matanya telah terbuka tetapi belum dapat menerima kesan, apalagi pesan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan otak yang belum mencapai kesempurnaanya.

 

Pada masa Babyhood terlihat pertumbuhan dan perkembangan bayi begitu cepat. Kesan dan pesan melewati mata dan telinga sangat lekat pada masa-masa ini, sehingga proses mencoba selalu menjadi ciri khas periode ini. Kecakapan kecakapan pada periode ini Menurut Kohler disebut masa pemahaman, sedangkan Roels menyebut pemfungsian struktur sensomotorik dan Crap menamakan masa akal hidup.

 

 

 

 

Perkembangan bahasa yang merupakan output dari fungsi inputnya menurut Sis Heyster mempunyai tiga fungsi :

 

1.   Bahasa sebagai pernyataan isi jiwa

2.   Bahasa sebagai peresapan

3.   Bahasa sebagai alat penyanpaian pendapat

Pada Masa anak-anak awal : 2 – 6 tahun, anak mulai mencari dan menemukan dirinya. Pada masa ini kalangan psikolog biasa menyebut masa anak Trotz, dengan ciri-ciri : Egosentris, selalu menantang, selalu berusaha menarik perhatian, minta penghargaan, menuntut kebebasan, keberaniannya bertambah dan rasa takutnya mulai hilang. Pendidikan pada masa ini harus dilewati dengan baik dengan perlakuan khusus, sebab masa ini adalah masa tertanamnya sikap-sikap menentang. Setelah lewat masa ini diharapkan segala sifat tadi menjadi hilang.

 

Pada Masa anak-anak akhir : 6 – 12 tahun, anak mulai bersekolah. Input yang terserap mulai melewati batas-batas lingkungan sekitarnya. Sekolah membawa nuansa baru dalam kehidupan, norma-norma yang diajarkan di lingkungan keluarga mulai bersentuhan dengan norma-norma yang diajarkan disekolah. Tidak jarang pada masa-masa ini orang tua bertentangan dengan anak-anaknya sebagai perbedaan norma yang diajarkan oleh para gurunya disekolah. Karena disekolah ada sanksi bila melanggar norma-norma, maka tidak jarang seorang anak lebih menurut kepada gurunya dari pada orang tua.

Masa Pra pubertas : 12 – 14 tahun, menghadapi dua fase perkembangan yaitu fase Pueral dan fase negatif. Fase pueral ditunjukkan dengan mulainya pemisahan dengan orang tua dan lawan jenis dengan kecenderungan hidup berkelompok dengan teman sebaya. Kemudian fase negatif ditandai dengan sikap acuh tak acuh terhadap keadaan yang terjadi disekelilingnya, tanpa melihat resiko yang akan terjadi.

Masa Remaja : 14 – 18 tahun, ditandai dengan sikap protes terhadap lingkungan sebagai akibat perbedaan norma-norma yang telah mereka terima selama ini sangat berbeda kenyataan yang mereka alami. Sejak saat itu terjadi dorongan untuk mencari nilai-nilai yang sesuai dengan kebutuhannya. Menurut William Stren, Perkembangan Psikofisis dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor Eksternal adalah segala input yang dia terima dari luar, dimana input tersebut mampu menjadi norma baru dalam hatinya. Sedangkan faktor internal adalah kekuatan alami seperti seksualitas, fantasi, emosi dan perekmbangan keinginan, serta perkembangan pemikiran. Jika faktor-faktor tersebut berjalan seimbang maka dia akan mengalami kematangan masa remaja.

Masa Dewasa Awal : 18 – 40 tahun, Tingkah lakunya (outputnya) sangat dipengaruhi oleh perjalananya pada masa sebelumnya. Kreatifitasnya timbul dalam bentuk hobi atau pekerjaan yang ditekuninya. Norma-norma yang diyakini sudah mendekati kemantapan dalam diri, sehingga sangat sulit dilakukan perubahan-perubahan yang mendasar, apabila terjadi kekurangan, atau kekeliruan di dalam pemahaman norma-norma yang diterima sebelumnya. Selalu berusaha menyesuaikan diri, tetapi terbatas pada norma yang diyakininya. Meskipun sangat sulit dilakukan perubahan, tidak menutup kemungkinan peristiwa-peristiwa “besar” dapat merubah norma yang diyakininya secara drastis.

Masa Dewasa Madia : 40 – 60 tahun, Masa ini semua individu berharap telah menemukan dirinya secara mantap dan tetap, ketidak berhasilan pada masa sebelumnya cukup membuat gelisah pada periode ini. Input-input baru sering tertolak atau Sulit untuk menerima aturan-aturan baru, jika pada masa sebelumnya tidak mengembangkan sikap terbuka. Masa-masa ini masa manusia mengharapkan penghargaan dari sekitarnya.

Masa Dewasa Akhir : 60 – sampai meninggal dunia, Pada umumnya menyerah kepada kehidupan dan lebih sering mendekatkan diri kepada Tuhan. Bagi yang tidak berhasil membangun sesuatu pada masa sebelumnya hidup pada masa ini merupakan kehampaan dan cenderung bersifat seperti anak balita.

Menurut R. Abdul Djamali, Kegagalan memenuhi tugas-tugas perkembangan pada salah satu tahapan akan mempersulit pemenuhan tugas-tugas selanjutnya. Adapaun faktor-faktor yang dapat menimbulkan kegagalan tugas-tugas dalam tahapan perkembangan tersebut antara lain : Hambatan perkembangan, kurang kesempatan, motivasi, kesehatan, tergangunya syaraf kecerdasan dan adanya cacat fisik.

Pengetahuan tentang perilaku manusia (psikologi) pada masa pertumbuhannya, merupakan faktor yang sangat penting untuk memprediksi norma norma yang terbentuk dan teknologi yang akan diciptakan, dengan kata lain jika kita mengetahui norma-norma yang diyakininya serta presepsi teknologi seseorang pada masa-masa pertumbuhannya kita akan dapat  memperkirakan karakteristik teknologi yang akan tercipta pada masa yang akan datang, sehingga hukum dapat mendahului, untuk mengantisipasi keadaan yang akan terjadi.

Manusia mengalami perkembangan dalam kehidupannya. Masa anak-anak sangat penting dalam kaitan dengan penanaman norma-norma. Pada masa remaja terjadilah komparasi antara norma yang dianut dengan kenyataan yang didapatnya. Pemberontakan akibat perbedaan norma adalah hal yang biasa pada masa ini. Setelah dewasa norma-norma yang telah mengendap sangat sulit untuk dirubah sebagai akibat faktor-faktor kejiwaan pada umumnya.

Ilmu Pengetahuan yang didapatkan pada masa tahapan perkembangan, terutama pada masa kanak-kanak, sangat berguna sebagai pembanding di dalam proses selanjutnya. Kesan dan pesan baru yang membutuhkan tindakan, akan selalu berproses di dalam akal dengan membandingkan dengan ilmu pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya. Dengan gabungan kerja akal dan hati keluarlah output dalam bentuk tindakan.

Azas Hukum Teknologi

Sesuai dengan sifat azas hukum yang umum berlaku, bahwa peraturan-peraturan hukum yang dibuat harus dapat dikembalikan kepada azas-azasnya. Bila hukum teknologi berazaskan hukum alam maka hal ini adalah sebuah logika yang tepat, dimana teknologi selalu terbentuk dalam keadaan yang tidak menentang hukum alam. Yang bertentangan dengan Hukum Alam adalah dampak yang dihasilkan. Dampak inilah yang tidak sesuai dengan hukum kesetimbangan alam yang diperuntukkan kehidupan manusia atau beberapa mahluk hidup yang lain.

Manusia adalah salah satu bagian kecil dari alam raya. Teknologi yang telah diciptakan manusia lebih dari 10.000 tahun telah menimbulkan beberapa kesetimbangan baru. Setiap Pergeseran kesetimbangan selalu timbul korban. Dalam waktu yang singkat, penulis yakin akan terjadi kesetimbangan baru yang memungkinkan membawa korban manusia. Korban tumbuhan dan binatang telah tak terhitung jumlahnya. Korban tersebut memutus rantai makanan dalam hukum alam yang selanjutnya timbullah kesenjangan yang mengeser kesetimbangan.

Kesetimbangan Alam Semesta selalu berubah sesuai dengan tingkah laku manusia. Dari penelitian para ilmuwan, Hanya manusia yang sangat sulit untuk dilihat keteraturannya dan selalu berubah sesuai dengan teknologi yang berhasil diciptakannya. Alam semesta termasuk tumbuhan dan binatang selalu hidup dalam keteraturan. Jika tidak teratur mereka akan mengalami kematian. Keteraturan tersebut khas tiap mahluk hidup dalam kesetimbangan tertentu.

Hal ini dibenarkan pula oleh kalangan Agama (Islam) yang mempercayai bahwa dunia dan seisinya tunduk dan patuh pada perintah Allah, tetapi manusia diberi kebebasan untuk menentukan langkahnya. Menurut pandangan Islam Langit dan Bumi adalah mahluk hidup, tetapi mereka enggan menerima amanah Allah dan manusia mau menerimanya. Langit dan bumi memimilh untuk mengikuti Hukum Alam yang diciptakan Allah. Dan Manusia adalah sebodoh-bodohnya mahluk Tuhan. Demikian dijelaskan oleh Surat Al-Ahzab 72, Demikian pula yang dijelaskan oleh Surat Al-Baqarah 11-12, “……Janganlah Kamu membuat kerusakan dimuka bumi, Mereka Menjawab : Sesungguhnya Kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang yang membuat kerusakan di muka bumi tetapi mereka tidak sadar.”

Ada dua bidang besar dalam teknologi yang saat ini diperkirakan akan menghasilkan dampak yang sulit terkendalikan disamping beberapa teknologi lama yang pencemarannya semakin menumpuk. Pertama adalah bidang Bioteknologi. Bidang ini berkonsentrasi dalam pengembangan tingkah laku DNA dan RNA, suatu bentuk protein terpenting yang bertugas melakukan manajemen informasi di dalam sel. Jika kesetimbangan diganggu maka akan terjadi perubahan informasi dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.

Perlu diketahui bahwa penemuan yang kedua adalah bidang teknologi energi nuklir yang bersifat mikro. Bidang ini berkonsentrasi pada ketidak stabilan atom yang menghasilkan gerak yang sangat dahsyat untuk dimanfatkan menjadi berbagai macam keperluan. Dampak yang terjadi adalah Peluruhan atom-atom dalam bentuk gelombang.

Ada persamaan antara keduanya yaitu bekerja dalam bidang gelombang. Penulis yakin makin ke depan penemuan dalam bidang teknologi semakin bersifat rahasia. Hal ini disebabkan oleh fungsi-fungsi ekonomi dari sebuah penelitian. Yang kita kuatirkan adalah tidak mungkin ada koordinasi penelitian, pada gelombang berapa mereka di seluruh dunia bekerja. Keadaan ini dapat mengakibatkan pencemaran Radiasi (gelombang) yang akhirnya dapat memberikan kode-kode yang sesuai untuk pemnelitian energi tetapi tidak sesuai untuk fungsi-fungsi metabolisme dalam fungsi-fungsi biologis. Contoh konkritnya adalah Bom Atom dengan segala percobaannya sampai saat ini atau Peristiwa Chernobyl dan masih banyak lagi kasus yang tidak dimuat dalam media massa.

Teknologi yang telah lalu, sudah cukup menghasilkan buangan yang memiliki struktur yang berbeda dengan bahan asalnya dan tidak dapat dikembalikan dalam peredaran siklusnya. Akhirnya bahan-bahan buangan tersebut menimbulkan efek terjadinya kesetimbangan baru yang telah memakan ribuan bahkan jutaan korban termasuk manusia. Lobang Ozon mengakibatkan panas bumi, panas bumi mengakibatkan perubahan iklim, perubahan iklim mengakibatkan berubahnya pola tanam, perubahan pola tanam meningkatkan penggunaan zat kimia (hasil teknologi pertanian), dan akhirnya menambah besar lobang ozon

Azas Hukum untuk teknologi seharusnya berazas pada struktur dari unsur-unsur yang dapat diterima dalam kesetimbangan terakhir. Diharapkan tidak terjadi kesetimbangan baru.

Pengetahuan Tentang Hukum Alam bagi para pakar hukum dimasa yang akan datang merupakan sebuah kewajiban yang tidak dapat dihindari, karena hukum yang akan datang banyak menyangkut dampak teknologi, dimana hukum alam merupakan dasar dari komponen -komponen pembentukan sebuah teknologi. Penemuan Teknologi selalu didasari dengan kaidah kaidah hukum alam. Oleh sebab itu Azas yang seharusnya dipakai dalam Hukum yang berkaitan dengan Teknologi adalah Hukum Alam.

 

KESIMPULAN

1.   Keteraturan dalam Hukum Alam sudah lama berlaku, sejak kehidupan Alam Semesta dimulai. Pada awal perkembangan ilmu pengetahuan modern Kalangan Ilmuwan dan Kalangan Agama berbeda pendapat, tetapi setelah ditemukannya alat-alat bantu penglihatan Makrokosmos seperti Satelit Penginderaan Jarak Jauh dan Mikroskop Elektron yang mampu melihat sampai ukuran sepersejuta milimikron, Keduanya sepakat tentang dua alam yang misterius tersebut.

2.   Dalam Dunia Ilmu Pengetahuan terjadi Dua Golongan Besar, yaitu : Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu Pengetahuan Alam memahami fenomena dalam Alam Semesta baik Makro maupu Mikro. Ilmu Sosial memahami Fenomena diantara manusia dan tingkah lakunya. Ilmu Pengetahuan Alam sangat mempengaruhi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sosial.

3.   Teknologi adalah Pola berfikir yang terstruktur untuk menimbulkan gejala baru. Ilmu Pengetahuan Alam adalah Ilmu Dasar yang sangat teratur dan tidak dapat dirubah, oleh sebab itu dapat dimanfatkan oleh manusia dengan memahami gejalanya. Teknologi merupakan gabungan beberapa gejala dalam hukum Alam yang hasilnya seolah-olah menentang hukum alam. Hasil resultan dari beberapa fenomena tersebut secara keseluruhan mengikuti hukum Alam. Tetapi hasil samping teknologi banyak yang tidak dapat diterima oleh Alam , sehingga sesuai Hukum Alam, Alam mengadakan kesetimbangan Baru. Kesetimbangan Baru dinyatakan dengan istilah seleksi alam. Seleksi Alam yang terjadi semakin lama semakin menggangu manusia, sehingga suatu saat manusia akan punah. Kelalaian ini baru disadari setelah berlangsung 10.000 tahun.

4.   Hasil-hasil Teknologi memudahkan manusia dalam berproduksi. Semakin hari semakin makmur. Secara evolusi merubah Pola Perekonomian yang berpengaruh kepada pola kekuasaan atas barang-barang produksi. Pada masa pertanian barang produksi dikuasai oleh kaum bangsawan. Pada masa Industri dikuasai oleh Kaum Pemilik Modal. Pada masa Informasi dimiliki oleh para Ilmuwan. Perubahan Kekuasaan faktor produksi merubah tatanan dan pola tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.  Pada akhirnya perubahan perekonomian merubah tatanan sosial yang berakibat kepada perubahan kebudayaan secara keseluruhan.

5.   Setiap Kebudayaan memiliki norma-norma yang dianut dengan azas yang spesifik untuk tiap-tiap daerah. Tatanan norma-norma dan azas-azas tersebut membentuk hukum. Bila kebudayaan berubah maka normapun ikut berubah dan akhirnya hukumpun bisa ikut berubah. Beberapa ahli hukum menyatakan bahwa hukum mengikuti perubahan budaya.

6.   Efek samping Teknologi sebagai penyebab ketidakstabilan dalam tatanan kehidupan di masa yang akan datang telah disadari oleh banyak orang terutama ilmuwan lingkungan hidup. Masalahnya Hukum yang berlaku saat ini mengagungkan hasil karya teknologi tanpa memberati dengan peraturan yang menyangkut dampak yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu perlu dilakukan peninjauan ulang azas-azas hukum yang mendasarkan pada azas hubungan antar manusia dirubah dengan azas hubungan manusia dengan seluruh kehidupan alam semesta.

7.   Azas Hukum alam paling tepat untuk menyusun hukum teknologi, karena teknologi merupakan gabungan fenomena yang terdapat di dalam alam. Hasil samping yang tidak dapat diterima, menimbulkan kesetimbangan baru yang merugikan Alam terutama manusia harus ditindak dengan hukuman yang berat.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hukum :

1.   Kitab Suci Al-Qur’an, Departemen Agama Republik Indonesia

2.   A Kusumawati  Siti, Proses Alih Teknologi dan Perangkat Hukumnya Pada Industri, Laporan Penelitian OPF-ITB, Bandung, 1995.

3.   Undang-Undang No.7 Tahun 1994 Tentang Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia, Jakarta, 1994.

4.   Agreement Establishing The World Trade Organization, Marrakesh, 15 April 1994.

5.   Budiman Ahmad Nashir, Suatu Tinjauan Hukum Terhadap Perjanjian Alih Teknologi Antibiotika Antara PT ABC (BUMN) dengan PT XYZ (Perusahaan Multi Nasional dari Italia), Skripsi FH-UNPAD, Bandung,1990.

6.   Tim Penelitian Tata Ruang FH UNPAD, Materi dan Pengertian Dasar Ilmu Hukum, FH -UNPAD, Bandung, 1989.

7.   Subagio dan Supriatna Slamet, Dasar-Dasar Ilmu Hukum, Akademika Pressindo, Jakarta, 1987.

8.   Djamali R. Abdul, Psikologi Hukum, Armico, Bandung, 1984

9.   Undang-Undang No.4 Tahun 1982 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, Jakarta, 1982

 

 

Teknologi :

 

1.   Sasmojo Saswinadi, Materi Kuliah SP-603 dan SP-610, SP-ITB, Bandung, 1994-1995.

2.   Gunterus Frans, Falsafah Dasar : Sistem Pengendalian Proses, PT Gramedia, Jakarta, 1994.

3.   Budiman Arief, Teori Pembangunan Dunia Ketiga, PT Gramedia, Jakarta 1995.

4.   Saeed Khalid, Development Planning and Policy Design, Asia Institut of Technology, Great Britain, UK,1994.

5.   Sasmojo Saswinadi dkk (editorial), Menerawang Masa Depan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni, Penerbit ITB, Bandung, 1991.

6.   Stoneman Paul, The Economic Analysis of Technology Policy, Oxfort Univ. Perss, New York, 1987

7.   Sharif M.Nawaz, Technology Policy Formulation and Planning, ASPAC Centre for Transfer of Technology, Bangalore, India, 1986.

8.   Chusid JG, Neuroanatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional, Gajah Mada Univ. Press, Jogjakarta, 1982.

9.   Kapita Selekta Kedokteran, Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, 1982.

10.Beberapa artikel Surat Kabar dan Majalah mengenai, Transfer Teknologi dan Permasalahannya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* 9+1=?